Jelajahi Sejarah Di Wisata Militer Kota Cimahi


Kota Cimahi merupakan kota heritage yang menjadi saksi bisu sejarah militer di Indonesia. Bangunan-bangunan tua bekas peninggalan masa kolonial Belanda tidak sedikit yang masih berdiri kokoh dan digunakan. Nuansa bangunan-bangunan tua yang masih terawat hingga saat ini membuat Kota Cimahi seperti suasana berjalan di lorong waktu kembali kepada masa kolonial Belanda ketika dikunjungi.

Kota Cimahi memang merupakan kota yang dikenal muda secara otonom pada 2001. Namun, catatan sejarah menuliskan Kota Cimahi mulai dikenal pada 1811 ketika Gubernur Jendral Willem Daendels membuat jalan Anyer - Panarukan, dengan dibuatnya pos penjagaan di Alun-alun Cimahi yang sekarang menjadi tempat ramai oleh warga sekitar untuk bermain di taman maupun melaksanakan ibadah di Masjid Alun-alun Cimahi. Sejarah kemudian menuliskan tahun 1874 - 1893, dilaksanakan pembuatan jalan kereta api Bandung - Cianjur sekaligus pembuatan stasiun kereta api Cimahi, Tahun 1886 dimulainya pembangunan pusat pendidikan militer dan fasilitas lainnya seperti RS Dustira, rumah tahanan militer, dan bangunan lainnya yang membuat Kota Cimahi dipenuhi bangunan-bangunan bekas kolonial Belanda.

Saba Kota Cimahi

Mendapat julukan Kota Heritage, Kota Cimahi merupakan kota yang tepat untuk dikunjungi wisatawan. Apalagi jika wisatawan itu menyukai sejarah, bangunan-bangunan tua, serta menambah wawasan. Kabar baiknya, Cimahi meluncurkan Bus Pariwisata Sakoci (Saba Kota Cimahi) untuk memberi fasilitas dan memudahkan wisatawan mendapatkan suasana berkeliling di kota heritage serta merasakan suasana bersejarah kota tersebut semakin terasa. Bagaimana tidak? Wisatawan akan diajak berkeliling Kota Cimahi dengan bus pariwisata yang di desain retro ala mobil bus pada zaman dulu.

Bus Sakoci ini melayani berbagai rute perjalanan keliling Kota Cimahi mulai dari Alun-Alun Kota Cimahi (titik 0) melewati gedung Under Societiet - Penjara Poncol - Markas Yon Armed 4/105 GS - Gedung Sudirman - Taman Ratu Wilhelmina - Taman Kehormatan Ereveld Kerkhof – Komunita Adat Cireundeu (Dewi Tapa). Rute kedua melayani jalur mulai dari Gedung Technopark - Taman Kehormatan Ereveld Kerkhof - Komunitas Adat Cireundeu - Pusdik Armed - Gereja Santo Ignatius - Taman Ratu Wilhelmina - Militaire Hospital (RS. Dustira) - Stassiun Kereta Api Cimahi - Penjara Poncol - Markas Yon Armed 4/105 GS - Gedong Opat - Alun-alun Cimahi. Bus Sakoci beroprasi setiap hari mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB. Harga tiketnyapun tidak terbilang mahal, cukup dengan membayar Rp15.000 saja wisatawan sudah bisa berkeliling Kota Cimahi lengkap dengan pemandu wisata yang akan menemani serta memberi penjelasan dan fakta-fakta menarik tentang apa yang akan di temui selama perjalanan Bus Sakoci tersebut.

Masa Depan Wisata Kota Cimahi

Wisata heritage di Kota Cimahi ini merupakan program baru, karna itu kedepannya pasti masih aka nada terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan pelayanan wisata terhadap wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Cimahi. Program baru yang masih dalam proses perijinan salah satunya adalah memberikan fasilitas kunjungan terhadap bangunan-bangunan bersejarah di Kota Cimahi. Jadi, wisatawan tidak hanya mendapatkan fasilitas city tour oleh Bus Sakoci saja, tapi dapat berkesempatan masuk dan menyusuri bangunan-bangunan bersejarah tersebut.

Komentar